Friday, July 10, 2015

Review Anime : Plastic Memories

Anime ini dimulai dengan sebuah pertanyaan.

Jika sisa hidupku sudah ditentukan, aku ingin tahu bagaimana aku akan menjalaninya ?

Sunday, June 7, 2015

SSOML #7 : Hari yang cerah dan basa-basi orang Indonesia

Belakangan ini cuaca Jakarta dan sekitarnya panasnya bener-bener luar biasa. Tapi, ditengah panasnya cuaca Jakarta ini, ada aja hari-hari dan daerah-daerah kampret yang gak tau gimana caranya, bisa ngeguyurin lu pake air hujan sesukanya.

Thursday, May 21, 2015

#AkuLanjutinYa - Jalan baru menuju Senyumnya

Cerita sebelumnya : http://jkt48.com/blog/viny/?p=228

Aku belajar untuk mengenalnya sedikit demi sedikit.

Ternyata dia gadis yang banyak bicara ya. Mendengarnya bercerita tentang dirinya dengan sangat antusias, ternyata rasanya sangat menyenangkan. Mungkin aku akan dengan senang hati melakukan hal ini seharian penuh, duduk di kafe, menatapnya, kemudian hanya medengarkannya bercerita. Ya, sejak tadi aku memang lebih banyak mendengarkannya bercerita dan sesekali menimpalinya.

Tuesday, April 7, 2015

Tentang Sunshine Becomes You karya Ilana Tan

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke toko buku langganan saya di bilangan Cinere untuk membeli novel yang sudah lama ingin saya beli. Novel itu berjudul Sunshine Becomes You karya Ilana Tan. Ketertarikan saya pada novel ini mungkin sama seperti kebanyakan penikmat karya Ilana Tan lainnya. Ya, ketertarikan saya berawal dari kisah manis di tertralogi 4 musim di 4 karya beliau sebelumnya.

Monday, April 6, 2015

SSOML #6 : Lagu siapa nih ? Eh tapi kok enak ya

“Eh, lo tau soundtrack Meteor Garden nggak ?” tanya Dina –salah seorang teman gue– pada Neza –teman gue lainnya.
“Tau, yang gini kan,” Neza mengambil napas dan mulai bernyanyi, “nenenene... ne.. nene..ne...
Dina terdiam.
“Lo tau soundtrack Meteor Garden, Dim ?” tanya Dina pada Dimas –teman gue lainnya (lagi).
“Tau,” jawab Dimas mantap.
“Gimana ?”         
Nenenene... ne.. nene..ne...
Dina terdiam.
Gue terdiam.
Master Limbad pun terdiam.

Saturday, March 28, 2015

Review Dorama : Kasuka na Kanojo

“Ketika Jepang luluh lantah terkena bom atom sekutu, kalian tahu apa yang pertama kali ditanyakan sang Kaisar ?” tanyanya. “Bukan berapa jumlah tentara yang tersisa, bukan berapa jumlah dokter yang masih hidup, bukan juga berapa jumlah artis JAV yang masih mulus *eh... Tetapi, berapa jumlah guru yang berhasil selamat.”

Itulah kisah yang sering kali diceritakan guru saya di SMA dulu. 

Jika menyimak kembali cerita tadi, kita dapat melihat jika Jepang sangat menjunjung tinggi jasa dan kemuliaan seorang guru. Dan bukan hal yang mengherankan jika saat ini Jepang sering kali mengangkat kisah-kisah guru inspiratif dalam film-film dan dorama-doramanya.

Dan ya, kali ini kita akan kembali membahas salah satu dorama yang mengangkat kisah guru hebat, Kasuka na Kanojo.





Saturday, March 21, 2015

Tentang Shigatsu wa Kimi no Uso

I met the girl under full-bloomed cherry blossom, and my fate has begun to change.

Satu lagi anime terbaik yang pernah saya saksikan berakhir, Shigatsu wa Kimi no Uso.


Sunday, February 22, 2015

Gaya pacaran ramaja Jepang (yang pro pria kecil)

Ada dua kebiasaan pasangan muda di Jepang dalam hal pacaran yang sangat berbeda dengan gaya pacaran muda-mudi di Indonesia. Sebenaranya ada lebih banyak lagi kebiasaan pasangan kekasih di Jepang yang berbeda dengan pasangan kekasih di Indonesia. Tetapi, dua hal inilah yang paling menonjol, dan paling “didambakan” oleh pihak laki-laki Indonesia untuk dapat diterapkan di Indonesia. Yang pertama adalah dalam hal janji kitika hendak pergi kencan. Kemudian yang kedua adalah dalam hal traktiran.


Wednesday, February 18, 2015

SSOML #5 : Boneka ini, mirip siapa ?

Ketika ingin memberikan hadiah, wanita suka sekali, bahkan pandai, mengasosiasikan hadiah  yang akan ia berikan dengan orang yang akan menerima hadiahnya. Misalnya, seorang gadis cenderung akan memberikan parfume beraroma ringan dengan kesan sporty untuk kekasih prianya yang macho. Contoh lainnya adalah ketika seorang ibu membelikan sebuah mainan mobil-mobilan untuk anaknya yang bercita-cita menjadi pembalap F1. Atau ketika seorang istri memberikan sebuah motor baru untuk suaminya yang tukang ojeg (lah).