Wednesday, February 18, 2015

SSOML #5 : Boneka ini, mirip siapa ?

Ketika ingin memberikan hadiah, wanita suka sekali, bahkan pandai, mengasosiasikan hadiah  yang akan ia berikan dengan orang yang akan menerima hadiahnya. Misalnya, seorang gadis cenderung akan memberikan parfume beraroma ringan dengan kesan sporty untuk kekasih prianya yang macho. Contoh lainnya adalah ketika seorang ibu membelikan sebuah mainan mobil-mobilan untuk anaknya yang bercita-cita menjadi pembalap F1. Atau ketika seorang istri memberikan sebuah motor baru untuk suaminya yang tukang ojeg (lah).

Mereka bilang alasanya sederhana, karena 'cocok.' Silahkan koreksi kalo gue salah.  Tapi inilah yang baru gue sadari beberapa hari lalu.

Beberapa hari yang lalu gue dan teman-teman gue berencana memberikan hadiah kenang-kenangan untuk salah seorang teman kami – sebut saja Irman (nama tidak disamarkan untuk kepentingan ketenaran orang yang bersangkutan di kalangan pembaca) – yang akan diwisuda. Entah bagaimana, gue mengiyakan saja saat menerima usulan hadiahnya berupa sebuah boneka wisuda. Dan dari sinilah hipotesis gue tadi berawal.

“Pid, kita ambil boneka yang harganya seratus ribu aja ya ?” kata sebuah pesan singkat, dari teman wanita, di handphone gue.
“Oke,” gue meniyakan.
“Terus jadinya kita ambilnya yang mana ?” tanyanya lagi.
“Lah katanya yang seratus ribu.”
“Maksudanya yang bentuknya apa ?”
“Terserah deh, kakak aja yang pilih,” jawab gue membebaskan pilihannya.
“Oke yang beruang aja ya, soalnya Kak Irman kayak beruang,” tutupnya.

Ada yang aneh dengan percakapan di atas ?
Memang tidak ada yang aneh dengan percakapan tadi. Percakapan itu justru mempertegas pernyataan gue di awal tadi, memberikan sebuah boneka beruang untuk teman kami yang (katanya) mirip beruang. Cocok.

Tetapi, beberapa saat kemudian timbul keresahan baru dalam benak gue. Gimana kalo gue yang ada di posisi Irman ?
Gue takut akan seperti ini jadinya...

“Jadi bonekanya yang mana nih yang buat Kak Dapid ?” tanya seorang adik kelas lucu, yang semoga aja nanti akan ada (walau kenyataanya, gue ngarep).
“Yang itu aja tuh,” jawab adik kelas lainnya, yang tidak kalah cantik, sambil menunjuk ke tumpukan boneka di depannya.
“Ohiya yang ini cocok nih, Kak Dapid kan kayak Monyet,” kata si adik kelas lucu sambil mengangkat-ngangkat boneka monyet di tangannya dengan bangga.

Anying -_-). Man, itu Bangcyat.


@rohadidavid

THANKS.

4 comments:

  1. Replies
    1. :) hahaha Thank you.
      Btw thank you udah mampir dan ninggalin jejak di Fuwa Fuwa Zone :).

      Delete
  2. ahahahaha kocak,, lucu, lanjutkan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha Thank you, serius seneng banget ada yg ketawa baca tulisan ini :).
      Oke siap dilanjutkan (kata2 gini emang yg paling bikin semangat nulis lagi dan lagi).
      Makasih juga udah mampir dan ninggalin jejak di Fuwa Fuwa Zone :).
      Thank you :).

      Delete